Selasa, 26 Juni 2012

Cerpen Persahabatan Sejati

Cerpen Persahabatan Sejati


Teman adalah seseorang yang mengenalmu dan tetap mencintaimu Nah sobat, berikut ada cerpen yang bercerita tentang persahabatan. Selamat membaca.

Cerpen Persahabatan Sejati

Sobatku Mike

"Hai Mike ada apa?" Mike akhir-akhir ini sedang punya masalah, dan aku sudah terbiasa mendengar nada tertekan dalam suaranya. "Aku harus memberitahumu sesuatu, tetapi aku tidak yakin apakah aku harus melakukannya," katanya. Aku jadi penasaran , dan berhasil meyakinkan supaya menceritakan rahasia besarnya kepadaku. " Tidak bisa aku katakan di telepon. Datanglah ke sini." Aku berjalan selama lima menit memutari blok, menekan bel pintu rumahnya, dan mengikuti instruksi ibunya naik ke kamarnya di lantai atas.
Mike sudah dua tahun menjadi sahabatku. Permulaan aku menganggapnya aneh. Kami bertemu di tahun pertama sekolah menengah dan tidak lama kemudian jadi tak terpisahkan. Musim panas setelah tahun itu adalah puncak persahabatan kami. Aku tidak pernah sesenang itu dengan orang lain. Kami menghabiskan waktu siang dan malam bersama. Tapi waktu cepat sekali berlalu ketika kita sedang bersenang-senang, dan tak lama kemudian kami sudah kembali bersekolah. Aku mulai melihat perubahan pada diri Mike. Kesenangan kami berakhir, dan aku merasa ada sesuatu yang menganggu persahabatan kami.
Mike menderita depresi, dan aku tidak mengerti mengapa. Padahal kelihatannya semua beres. Prestasi sekolahnya bagus, di rumah tidak ada masalah, dan ia punya banyak teman yang mencintainya. Tak lama kemudian aku menghabiskan akhir pekanku di kamar tidurnya, mencoba menyakinkan supaya gembira. tapi tidak ada yang berhasil. Orang tuanya jadi khawatir dan memutuskan mencari bantuan profesional.
Mike mula memakan obat untuk melawan depresinya, dan keadaan kelihatan agak membaik, tapi tidak seperti dulu. Aku masih tidak tahu apa penyebab perubahan perilakunya. aku tidak mau menyerah dan membiarkan sobat sejatiku tenggelam dalam masalahnya, sehingga aku terus melewatkan jam-jam yang menyiksa berusaha menyeretnya ke luar rumah.
Hari itu adalah salah satu akhir pekan, dan aku kembali berada di sana, duduk di ranjangnya, menunggu apa yang harus dikatakannya. Aku merasa ia akan mengatakan sesuatu yang serius. Di matanya ada sorot aneh, dan ia tidak mau menatapku. Keheningan terasa tidak tertahankan. Ia akhirnya mengangkat kepala menantapku.
"Aku gay." Pernyataannya menghantamku seperti sengat petir. Aku shock. " Oke" adalah salah satu kata yang bisa aku ucapkan. Keheningan mengisi menit-menit di antara kami.
Aku butuh waktu lama untuk bisa membiasakan diri dengan keadaannya. Tapi saat itu juga di kamar itu, aku memutuskan tidak mau kehilangan teman terbaikku karena alasan itu. Mike tampaknya sekarang sudah kembali seperti dulu. Kini kami murid tahun terakhir dan aku masih sering menghabiskan waktu dengannya dan teman-temannya.
Seulas senyum menghiasi wajahku setiap kali aku mengingat kembali hari pertama kami bertemu, dan pikiran pertama yang muncul di benakku ketika aku mendekati halte bus hari itu: Siapa anak aneh itu? Anak aneh itu adalah sahabat sejatiku, Mike, dan tidak ada yang aneh pada dirinya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar